Doa dan Pertanyaan yang Kini Mulai Terjawab

Liebe Faiza, Mei, Cinta, Rita, Dhila, Nano, Checil dan Rahma..

Aku gak pernah menyangka bertemu dengan kalian akan menjadi waktu yang sangat menyenangkan dan menjadi titik balik hidupku. Mungkin aku gak banyak bercerita tentang hidupku di masa lalu, masalah-masalah yang aku hadapi, kegagalan-kegagalan yang pernah aku lalui. Tapi percayalah, diriku yang sekarang kalian kenal adalah hasil dari proses bertahun-tahun lalu yang aku simpan rapat-rapat.

Dua tahun lalu aku kehilangan orang yang pernah aku harapkan menjadi pasangan dan teman hidupku selamanya. Ketika aku mencoba bangkit, berdamai dengan diriku sendiri, berteman dengan psikolog, merajut mimpiku lagi, aku kembali dihadapkan pada kegagalan: pergi ke Jerman melalui BFD gagal. Banyak sekali ‘‘why“ yang kutanyakan kepada Tuhan dan aku tak pernah menemukan jawabannya.

Kata orang, ‘‘Tuhan akan mengabulkan doamu di waktu yang tepat‘‘. Lalu kapan waktu yang tepat itu? Ada juga yang bilang, ‘‘Tuhan tidak mengabulkan permintaanmu kecuali menggantinya dengan yang lebih baik‘‘. Apa yang lebih baik ketimbang pergi ke negara impian di saat negara sendiri sedang tidak baik-baik saja? Untungnya, seperti yang kalian tahu, aku bukan orang yang mudah menyerah saat satu pintu tertutup. Anak perempuan pertama ini terus berjalan sampai pintu-pintu lain mulai terbuka. Aku memperbaiki hubungan dengan diriku sendiri, aku belajar menembus batas mampuku, aku berjalan sampai sejauh angin membawaku, aku berteman dengan segala perasaan, aku menantang kemustahilan hingga ia lelah menolak apa yang aku minta. Satu persatu doa-doa receh yang dahulu aku panjatkan ternyata menjadi kenyataan. Aku lulus ujian B2 dengan 1x mengulang hören, aku mengajar bahasa jerman untuk staff Hotel Kempinski (siapa sih yang gak kenal hotel mewah ini heyyyy!!), aku mengajar bahasa jerman untuk orang Amerika (yang menjadi doaku juga dulu untuk mengajar bahasa jerman dengan pengantar bahasa inggris, tapi sayang ga punya dokumentasinya), aku menjadi tour guide dan bertemu banyak traveler keren, hingga akhirnya......hidup membawa langkahku untuk menapak di Kota Semarang dan kemudian ke Bandung.


Isabel, tamu paling mengesankan karena kita bisa ngobrol dengan bahasa inggris dan jerman sekaligus dan akhirnya berteman di Instagram. Ternyata dia juga travel blogger terkenal loh!

Aku mulai berani percaya dengan orang lain lagi dan melihat ada banyak orang-orang dengan mimpi yang sama sepertiku. Di titik ini aku sadar, bahwa Allah tidak pernah membiarkanku sendiri. Bisa jadi, Allah mempertemukanku dengan kalian supaya ‘‘wadah‘‘ku cukup besar untuk menampung mimpi yang tidak kecil itu. Setiap kali aku melihat kalian, rasanya seperti berkaca dan melihat diriku sendiri di dalam kalian. Semangatnya, cerianya, pantang menyerahnya, dan juga momen-momen kurang percaya diri atau hal lain semacamnya. ‘‘Deg-degan itu wajar, coba lagi, gas terus, ini bukan akhir dari segalanya, nanti pasti ketemu ujungnya, aku yakin kamu bisa kok, kalian pasti bisa!‘‘ Kalimat-kalimat yang sering aku bilang ke kalian itu sebenernya refleksi dari afirmasi-afirmasi positif yang aku ucapkan ke diriku sendiri setiap hari, yang juga aku pelajari dari orang tuaku.

Tanpa kalian sadari, kalian adalah jawaban dari doa-doa yang selalu aku minta. Kini aku baru sadar kalau Allah menggagalkan rencanaku di tahun-tahun sebelumnya supaya aku berkumpul dengan orang-orang baik, yang punya tujuan sama termasuk kalian, supaya aku tidak sendirian dalam perjuangan ini, supaya aku selalu bisa tertawa setiap harinya dan menjadi diriku sendiri tanpa harus pura-pura kuat. Itulah sebabnya aku tidak pernah merasa menggurui, aku selalu merasa kalian setara denganku, yah bedanya aku lebih dulu belajar bahasa jerman ajaaaa...dan aku selalu merasa kalian partner belajarku. Senangnya adalah kalian bisa klop dan match dengan gaya belajarku yang-kalau kata orang sih-ambis! Hahahahha. Padahal ya kalau mimpinya besar, usahanya juga gak boleh kecil, kan?

Rita yang dulu pendiem bangettttt banget banget dan ternyata kalau udah kenal bisa cerita apa aja.

Cinta yang dulu suka terlalu keras ke diri sendiri dan sekarang bisa lebih selow ke diri sendiri dan jauhhhh lebih pede.

Faiza yang juga dulunya dieeemmm misterius ternyata bisa juga cerita apapun, bahkan keresahan dan keraguan dalam diri sendiri.

Nano yang dulu juga super pendiem aku pikir bakal songong, ternyata sangat humble dan terbuka juga! *sorry ya No, hahaha

Mei yang dari dulu kritis dan suka protes, ternyata suka ketawa dan suka cerita hal-hal receh.

Rahma yang susah kutembus dinding introvertnya hingga bisa terbuka dan ternyata kamu sangat kocak dan manis kalau senyum.

Dhila yang juga pendiem dan harus banget dipancing sprechen padahal aku tahu kamu bisa, lama-lama akhirnya bisa ngomong banyak juga.

Checil yang dulu kukira anak mami dan manja ternyata sangat mandiri dan inisiatif. Keren, Cil!


Dari semua karakter kalian yang bermacam-macam dan dengan keunikan masing-masing, aku menemukan keindahan, ketulusan, keceriaan yang dibalut ketegaran dan keteguhan akan mimpi besar yang nyata itu. Makanya aku sempat speechless ketika kalian bikin kaos dengan foto masa kecil kita. Aku diem bukan karena tidak senang, tapi aku berpikir : ‘‘Perasaan apa ini? Kenapa aku disayangi dan dianggap ada? Kenapa ada orang-orang yang merayakan aku sampai sebegitunya padahal aku rasanya tidak melakukan sesuatu yang spesial.‘‘ Butuh beberapa waktu sampai akhirnya aku bisa mencerna dan di sana aku sangat sangat sangat bersyukur mengenal kalian.

Terima kasih banyak, ya, guysss!!! Tidak ada kata-kata lain selain ucapan terima kasih yang banyak! Terima kasih untuk selalu mendengarkanku berkeluh kesah, mau berusaha melampaui target-targetku, dan mau membuka ruang aman dan nyaman untuk saling bercerita.

Hari di mana kalian ujian dan aku bangga bangett!!

 
I had so much fun with you guyss!




Teruslah berlari dan berjalanlah jika lelah, asal jangan berhenti. Banyak hal-hal seru di depan yang menanti kalian, jangan pernah batasi kemampuan kalian. Mungkin banyak hal terlihat susah digapai, tapi itu tidak mustahil. Terjanglah kemustahilan sambil tetap tersenyum dan bahagia di setiap harinya. Seperti yang aku pernah bilang, jatuh 10 kali bangkit lagi 11 kali. Aku sangat bangga kalian bisa melesat sejauh ini, terbukti ketika banyak orang berkata demikian. Berbanggalah tapi jangan pernah meremehkan orang lain dan jangan pernah merasa puas. Untuk bisa sampai di titik ini dan berhasil melawan keraguan sampai ujian B1 saja aku sudah bangga banget banget banget!! Bukan karena kalian lebih baik dari orang lain, tapi karena kalian berhasil melawan keraguan dan ketakutan diri sendiri. Mari kita berjuang lagi meski jarak kita sekarang berjauhan, aku tetap akan tersedia kapanpun kalian ingin bercerita, pun juga sebaliknya. Cheers on new journey of life! Ich hab euch lieb….

 

                                                                                                                       Jombang, den 07.09.2026

                                                                                                                                 Frau Ita 💖

Kommentare

  1. FRAU ITAAAA 😭
    Semoga kita ketemu lagi di Jerman nanti yaa!
    Ich hab dich auch lieb, Frau

    Tausend Tausend Millionen Dank Kak Ita🤍💐

    AntwortenLöschen

Kommentar veröffentlichen